Inspirasi dari Puncak Peradilan: Belajar dari Teladan, Bertumbuh dalam Pengabdian
Bandar Lampung, Selasa, 3 November 2026.
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandar Lampung mendapat kehormatan menerima kunjungan tiga Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam kegiatan silaturahmi dan pembinaan yang berlangsung di Ruang Sidang Utama PTUN Bandar Lampung. Ketiga Hakim Agung tersebut adalah Prof. Dr. H. Yodi Martono Wahyunadi, S.H., M.H., Dr. Maftuh Effendi, S.H., M.H., dan Prof. Dr. Yeheskiel Minggus T., S.H., M.H., PCCP., C.L.A. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Ketua PTUN Bandar Lampung, Andi Atika Nuzli, S.H., M.H., bersama para hakim, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh aparatur PTUN Bandar Lampung.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne Mahkamah Agung, dilanjutkan dengan sambutan Ketua PTUN Bandar Lampung. Dalam sambutannya, Ketua menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan ketiga Hakim Agung. Menurutnya, kegiatan silaturahmi dan pembinaan ini merupakan kesempatan berharga bagi seluruh aparatur untuk memperoleh arahan, ilmu, serta motivasi langsung dari para pimpinan peradilan di tingkat Mahkamah Agung. Dalam sesi pembinaan, ketiga Hakim Agung membagikan pengalaman perjalanan karier dan nilai-nilai kehidupan yang menjadi bekal dalam menjalankan tugas di dunia peradilan.

Prof. Dr. H. Yodi Martono Wahyunadi, S.H., M.H., menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan secara berkelanjutan. Menurutnya, perkembangan hukum dan dinamika peradilan menuntut setiap aparatur untuk terus belajar. Pendidikan juga perlu ditempuh secara bertahap dan berjenjang agar menghasilkan pemahaman keilmuan yang mendalam dan komprehensif. Selanjutnya, Dr. Maftuh Effendi, S.H., M.H., berbagi pengalaman mengenai perjalanan kariernya hingga dipercaya menjadi Hakim Agung. Ia mengisahkan bagaimana dirinya pernah dipandang sebelah mata ketika bertugas sebagai hakim pemilah perkara. Namun, dengan keyakinan, kerja keras, dan kesungguhan dalam menjalankan setiap amanah, ia mampu membuktikan bahwa keterbatasan pandangan orang lain tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Ia berpesan agar setiap aparatur tetap percaya pada kemampuan diri dan tidak mudah menyerah karena penilaian orang lain.

Sementara itu, Prof. Dr. Yeheskiel Minggus T., S.H., M.H., PCCP., C.L.A., membagikan kisah perjuangannya dalam mengikuti seleksi Hakim Agung sebanyak empat kali hingga akhirnya berhasil lolos. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan proses yang harus dihadapi dengan ketekunan, kesabaran, dan semangat pantang menyerah. Ia juga berbagi pengalaman pengabdiannya di Direktorat Jenderal Pajak sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara. Ketiga pengalaman tersebut memberikan pesan penting bagi seluruh aparatur PTUN Bandar Lampung, bahwa peningkatan kualitas diri harus senantiasa diiringi dengan semangat belajar, keyakinan terhadap kemampuan diri, serta ketekunan dalam menghadapi setiap tantangan. Jabatan dan keberhasilan merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan integritas, dedikasi, dan kerja keras.

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan seluruh aparatur PTUN Bandar Lampung semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, memperkuat profesionalisme, serta memberikan pelayanan peradilan yang berkualitas kepada masyarakat. Di akhir kegiatan, Ketua PTUN Bandar Lampung kembali menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada ketiga Hakim Agung atas kesediaan berbagi ilmu, pengalaman, dan motivasi. Kunjungan ini menjadi momentum berharga sekaligus penyemangat bagi seluruh keluarga besar PTUN Bandar Lampung untuk terus bertumbuh dan memberikan pengabdian terbaik bagi lembaga peradilan.













Users Today : 52
Users Last 7 days : 876
Users This Month : 352
Users This Year : 7494
Total Users : 509925